Hama Ulat dan Cuaca Ekstrem Serang Komoditas Jagung, Polsek Rambah Samo Lakukan Mitigasi Taktis di Teluk Aur

Berita Polisi653 Dilihat

Rokan Hulu, intelmedia.co.id – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Rambah Samo Polres Rokan Hulu bergerak cepat melakukan peninjauan dan evaluasi berkala terhadap kluster ketahanan pangan. Personel kepolisian turun langsung mengecek perkembangan budidaya jagung pipil di kawasan RT 06 RW 03 Dusun Aur Kuning, Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Senin (25/05/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Langkah ini merupakan pengejawantahan komitmen Polsek Rambah Samo dalam menyukseskan swasembada pangan nasional, sekaligus memperkuat peran Polri sebagai motor penggerak stimulus ekonomi berbasis agraria di tingkat desa.

Agenda pengecekan lapangan ini dikawal langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Teluk Aur, Aipda Gondo Wahyu Utomo, S.H., didampingi Direktur Bumdes Aur Sejahtera, Zuhairi, serta kelompok tani Dusun Aur Kuning.

Dalam inspeksi mendalam terhadap varietas jagung pipil hibrida jenis Pioneer P32 Singa tersebut, tim gabungan menemukan adanya anomali di lapangan. Petugas mendeteksi adanya serangan hama ulat grayak yang berpotensi merusak struktur daun dan menghambat fase vegetatif tanaman.

Selain faktor hama, tantangan berat juga datang dari faktor alam berupa kenaikan suhu udara yang cukup ekstrem di wilayah Rokan Hulu akhir-akhir ini.

“Suhu panas ekstrem yang melanda kawasan ini dalam beberapa waktu terakhir berisiko tinggi memicu kegagalan proses penyerbukan alami. Jika tidak segera diintervensi, dampaknya akan membuat tongkol jagung kopong atau tidak terisi biji secara penuh,” jelas Aipda Gondo Wahyu Utomo saat memetakan kendala bersama petani.

Merespons temuan tersebut, Kapolsek Rambah Samo, Ipda Sarlose Mesra, S.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Polsek Rambah Samo berkomitmen melakukan pengawalan ketat secara konsisten, termasuk melakukan pengukuran periodik tinggi tanaman sebagai parameter evaluasi taktis. Data lapangan ini nantinya akan dikoordinasikan dengan tim penyuluh pertanian guna merumuskan formulasi pestisida dan teknik pengairan yang tepat.

“Polri harus hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat. Kendala hama dan cuaca ini akan kita hadapi bersama melalui penguatan kemitraan. Kami akan mengomunikasikan temuan klinis ini kepada instansi terkait agar petani segera mendapatkan bantuan penanganan yang cepat dan terukur,” tegas Ipda Sarlose Mesra secara terpisah.

Melalui kehadiran intensif Bhabinkamtibmas, Polsek Rambah Samo berharap ruang komunikasi dan kemitraan antara kepolisian, pemerintah desa melalui Bumdes, dan para petani dapat semakin solid. Sinergi ini dirasa krusial agar setiap kendala operasional pertanian di hulu dapat dicarikan win-win solution secara cepat sebelum memasuki fase panen.

Hingga kegiatan monitoring agraria ini selesai dilaksanakan pada sore hari, situasi di area persawahan Desa Teluk Aur berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

(Drjt)

Tinggalkan Balasan