Kuningan, intelmedia.co.id – Di balik seragam tegasnya, Kapolres AKBP Muhammad Ali Akbar menunjukkan sisi kemanusiaan yang mendalam saat melakukan kunjungan kerja ke SDN 3 Sukadana, Kecamatan Ciawigebang, Selasa (24/2/2026). Kunjungan ini berubah menjadi momen emosional ketika orang nomor satu di Polres Kuningan tersebut menyaksikan langsung potret pendidikan di pelosok desa yang masih penuh keterbatasan.
Dalam kunjungannya, AKBP Muhammad Ali Akbar tampak tertegun mendapati kenyataan bahwa sekolah tersebut hanya memiliki total 28 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Selain minimnya jumlah murid, sarana dan prasarana sekolah pun tampak membutuhkan perbaikan segera agar layak digunakan untuk proses belajar mengajar.
“Hati saya terenyuh melihat kondisi di sini. Meskipun jumlah siswanya hanya 28 anak, semangat mereka tidak boleh padam. Jarak dan keterbatasan bukanlah penghalang cita-cita. Polri hadir untuk memastikan tidak ada anak yang merasa sendirian dalam perjuangannya menuntut ilmu,” ujar Kapolres dengan nada bergetar.
Tak sekadar berkunjung, Kapolres membawa “buah tangan” yang sangat berarti bagi warga sekolah:
-
Tali Asih & Perlengkapan Sekolah: Untuk memicu semangat belajar para siswa.
-
Revitalisasi Bangunan: Bantuan cat dinding untuk mengubah suasana kelas menjadi lebih ceria dan layak.
-
Sembako: Diberikan kepada para guru sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka di sekolah kecil tersebut.
Suasana yang semula haru berubah menjadi ceria saat Satlantas Polres Kuningan menghadirkan Linggar, boneka ikon polisi. Sambil bermain, petugas memberikan edukasi tentang pencegahan bullying serta pengenalan tata tertib lalu lintas sejak dini. Kehadiran Linggar sukses mengukir senyum di wajah anak-anak SDN 3 Sukadana.
Kepala SDN 3 Sukadana, Haerul Ibad, mengaku terkejut dan sangat berterima kasih atas perhatian spontan ini. Selama ini, pihak sekolah merasa sedikit terlupakan karena skala sekolah yang kecil dan lokasinya yang terpencil.
“Bantuan ini sangat berarti, namun kehadiran Bapak Kapolres secara langsung jauh lebih bermakna. Ini adalah suntikan moral luar biasa bagi kami para guru untuk terus bertahan dan memberikan pendidikan terbaik di desa ini,” ungkap Haerul haru.
Langkah AKBP Muhammad Ali Akbar ini menjadi bukti nyata bahwa peran Polri melampaui penegakan hukum; Polri hadir sebagai pengayom yang peduli pada masa depan generasi bangsa, sekecil apa pun sekolah mereka.
(Fjr)











