Sinergi Tekan Inflasi Ramadan: Wabup Syafaruddin Poti Usulkan Skema “Kabupaten Sentral” di HLM Provinsi Riau

Kabar Daerah70 Dilihat

Pekanbaru, intelmedia.co.id – Menghadapi potensi lonjakan harga menjelang Idulfitri 1447 H, Pemerintah Provinsi Riau menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Rabu (11/03/2026). Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, dan dihadiri oleh para kepala daerah se-Provinsi Riau.

Kabupaten Rokan Hulu hadir langsung melalui Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., didampingi Asisten II Drs. Yusmar, M.Si, serta jajaran kepala OPD terkait.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa pertemuan tingkat tinggi ini merupakan mandat langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto pasca-rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan di Istana Negara awal Maret lalu. Fokus utamanya adalah memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok di seluruh kabupaten/kota di Riau.

Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Syafaruddin Poti memaparkan langkah konkret yang telah diambil Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Ia menegaskan bahwa pemantauan stok pangan dilakukan secara harian untuk mencegah terjadinya kelangkaan.

“Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak terkait dan secara rutin melaksanakan operasi pasar. Langkah ini vital untuk memastikan masyarakat tidak terbebani oleh inflasi selama bulan Ramadan,” ujar Wabup Syafaruddin.

Tak hanya melaporkan progres, Wabup Syafaruddin juga melontarkan gagasan inovatif terkait ketahanan pangan jangka panjang di Provinsi Riau. Ia mengusulkan penunjukan “Kabupaten Sentral” untuk komoditas tertentu guna memperkuat stok wilayah.

“Misalnya, Rokan Hulu ditunjuk sebagai sentral ketersediaan cabai di Provinsi Riau. Maka, perlu ada penyediaan lahan khusus dan target produksi bulanan yang terukur. Kabupaten lain tetap memproduksi sebagai penyangga, namun Rohul menjadi pusat utamanya. Skema ini akan membuat stok kita lebih terkelola,” usulnya secara diplomatis.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Provinsi Riau berharap adanya koordinasi yang lebih solid antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta pelaku usaha. Dengan pengawasan ketat terhadap rantai pasok, diharapkan pengendalian inflasi menjelang hari raya dapat berjalan optimal sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Gagasan mengenai pusat produksi komoditas yang diusulkan Rokan Hulu diharapkan menjadi bahan pertimbangan strategis bagi Pemerintah Provinsi Riau dalam menyusun peta jalan (roadmap) ketahanan pangan yang lebih mandiri di masa depan.

(Drjt)