by

Demi Meraup Keuntungan Proyek Rehabilitasi Irigasi Diduga Memakai Bahan Bekas Bongkaran

Cirebon, Intelmedia.co.id

Pekerjaan Pembangunan Rehabilitasi saluran irigasi Ciremei yang kini tengah dikerjakan oleh CV. Faqinara dalam Pelaksanaan Proyek Pembangun Rehabilitasi Irigasi Ciremei  Lokasi di Desa Sarabau Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon yang bersumber dari Anggaran APBD dengan nilai kontrak sebesar Rp.121. 812.000.00.- (seratus dua puluh Satu juta delapan ratus dua belas ribu rupiah).

Maraknya paket-paket pekerjaan pembangunan/Rehabilitasi irigasi/TPT di Kabupaten Cirebon yang diduga tidak mengacu kepada spesifikasi yang sudah disepakati dalam kontrak kerja, misalnya dalam kegiatan paket pembangun/rehabilitasi irigasi di Kabupaten Cirebon yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah.Demi Meraup Keuntungan Proyek Rehabilitasi Irigasi Diduga Memakai Bahan Bekas Bongkaran

“Kalau kita lihat dari papan proyek dalam pekerjaan ini, kita amati ada beberapa hal yang harus kita kritisi” diantaranya:

1. Galian Pondasi di duga tidak sesuai spek,

2. Diduga pengerjaan nya asal asalan,

3. Bahan material tidak sesuai dengan spek, (memakai batu bongkaran yang bukan terbaru).

Ditambahkanya, juga untuk pengerjaan proyek pembangunan/rehabilitasi irigasi Ciremei sangat lemah. pengawasan sehinggga baku mutunya pun sangat dipertanyakan, contoh untuk gelaran pasangan-pasangan material batu terkesan asal-asalan padahal untuk pemasangan batu kontruksi rehabilitasi diyakini orang biasa pun ketika pasang pasangan dirumah-rumah warga sudah terbiasa, tapi kalo melihat pekerjaan diproyek-proyek pemerintah yang notabennya menggunakan uang negara dan disitu ada tim teknik, tim perencana dan tim pengawasan kok asal jadi.

Diterangkannya, kontruksi bangunan akan kokoh apabila pondasinya baik, dan dapat diperkirakan juga akibat kontruksi pondasi yang tidak baik jelas akan berpengaruh juga terhadap kontruksi bangunan itu sendiri, dan ketika dikroscek dilokasi kegiatan pekerjaan rehabilitasi Irigasi Ciremei yang dikerjakan oleh CV. Faqinara itu sangat diragukan kedalamannya (pondasi) lalu :

1. Pertanyaanya berapakah kedalaman pondasi yang telah dibuat oleh tim teknik perencana, dan sejauh mana pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut,

2. Berapa lebar pondasi yang sesuai dengan spesifikasi,

Ditambahkanya, komposisi bahan campuran untuk pasir, semen dan air jelas ada spesifikasi standar yang mengarah kepada baku mutu, yang tentu akan berpijak kepada perolehan kualitas yang diinginkan oleh liding sektor yakni Dinas PUPR Kabupaten Cirebon sebagai penerima jasa kontruksi, dan sekaligus sebagai pengguna anggaran.

Karena jangan lupa anggaran yang dikeluarkan adalah uang rakyat, dan untuk kepentingan rakyat serta jangan sampai ada pihak-pihak yang sengaja menggerogoti uang negara untuk kepentingannya secara pribadi ataupun golongan.

Diharapkan kepada seluruh stakeholder baik pemerintah, swasta dan kita sebagai kalangan pemerhati pemberantasan tindak pidana korupsi untuk mengawal seluruh anggaran pemerintah dengan harapan tidak ada tikus-tikus kantor, yang menggerogoti uang rakyat dan apabila ada, media yang memiliki kapasitas untuk memberikan informasi kepada Publik, juga dapat di gunakan sebagai bahan informasi bagi para penegak hukum. demi terselenggaranya rasa keadilan untuk dan atas nama masyarakat.

Bersambung edisi berikutnya

(Agus)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed