Cirebon, intelmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan memperkuat komitmen peningkatan literasi dasar dengan menggelar lokakarya khusus bagi guru Sekolah Dasar (SD). Kegiatan yang berfokus pada Pembelajaran Berdiferensiasi dan Teaching at the Right Level (TaRL) ini diselenggarakan di Hotel Batiqa Cirebon, Kamis (12/2/2026).
Lokakarya ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan variasi kemampuan membaca siswa di kelas awal yang ditemukan di enam kecamatan mitra.
Hasil asesmen menunjukkan adanya kesenjangan level membaca siswa dalam satu kelas—mulai dari tahap pengenalan huruf hingga pemahaman cerita. Menanggapi hal ini, lokakarya memperkenalkan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL).
Dengan metode ini, guru didorong untuk:
-
Merancang Pembelajaran Adaptif: Menyesuaikan materi berdasarkan kebutuhan aktual siswa, bukan sekadar mengejar target kurikulum.
-
Intervensi Terfokus: Memberikan dukungan tambahan bagi siswa yang masih berada di level dasar (huruf/suku kata).
-
Penggunaan Alat Peraga: Memanfaatkan Alat Peraga Edukatif (APE) kreatif untuk mempermudah visualisasi kata.
Koordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Nano Sutarno, menegaskan bahwa kemitraan dengan pihak INOVASI merupakan langkah krusial dalam menguatkan ekosistem pendidikan di wilayahnya.
“Dinas Pendidikan memandang kemitraan ini sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus menguatkan ekosistem pendidikan di Kabupaten Cirebon,” ujar Nano.
Lokakarya ini dirancang sangat aplikatif. Sebanyak 24 peserta yang terdiri dari perwakilan guru kelas 1, 2, dan 3 serta Ketua KKG dari Kecamatan Astanajapura, Gegesik, Losari, Pabedilan, Panguragan, dan Mundu, melakukan simulasi peer teaching serta revisi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Sebagai tindak lanjut, setiap Kelompok Kerja Guru (KKG) telah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL). Tujuannya adalah mendiseminasikan praktik baik ini kepada rekan sejawat di kecamatan masing-masing dan menyusun mekanisme pencatatan peningkatan kemampuan siswa secara berkala.
Karno, salah satu peserta dari SDN 2 Panggangsari, berharap program ini memberikan dampak nyata. “Harapannya ke depan, pelatihan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membekali kapasitas membaca murid,” ungkapnya.
Melalui sinergi ini, Pemkab Cirebon optimistis dapat mewujudkan ekosistem literasi yang inklusif, di mana setiap anak mendapatkan kesempatan belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuannya masing-masing.
(Mar)











